TAPUNG HULU, Detikriaunews.com – Polsek Tapung Hulu melakukan terobosan dalam upaya preventif gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dengan menyasar generasi usia dini. Melalui rangkaian program "Polisi Sahabat Anak", aparat kepolisian mengintegrasikan edukasi hukum, pelestarian lingkungan, hingga penguatan karakter religi, Rabu (14/1).
Langkah ini diambil sebagai bentuk implementasi nyata program Green Policing yang dicanangkan Kapolda Riau, sekaligus upaya membedah stigma kaku kepolisian di mata anak-anak.
Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Tapung Hulu memberikan edukasi interaktif mengenai tugas pokok Polri. Anak-anak dari TK Plamboyan yang hadir tidak hanya diperkenalkan pada atribut kepolisian, tetapi juga diajak langsung melakukan patroli bersama. Simulasi patroli ini bertujuan untuk menanamkan kewaspadaan dini dan pemahaman bahwa menjaga keamanan adalah tanggung jawab kolektif.
Pihak sekolah menyambut positif pendekatan humanis ini. Perwakilan dari TK Plamboyan menyatakan bahwa kehadiran polisi di sekolah mampu mengubah persepsi anak didik yang selama ini sering merasa takut terhadap aparat.
"Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini. Selama ini anak-anak mungkin hanya melihat polisi sebagai sosok yang menakutkan melalui cerita-cerita. Namun dengan patroli bersama dan edukasi langsung, mereka jadi mengerti bahwa polisi adalah pelindung. Ini pengalaman yang sangat berkesan bagi mentalitas mereka," ujar Kepala Sekolah TK Plamboyan dalam tanggapannya.
Bukan sekadar menjaga ketertiban jalanan, Polsek Tapung Hulu juga menekankan pentingnya pelestarian alam melalui Green Policing Program. Di bawah arahan kebijakan Kapolda Riau, anak-anak diajarkan cara mencintai lingkungan melalui aksi simbolis penanaman pohon di area sekitar. Hal ini bertujuan agar generasi mendatang memahami bahwa keamanan wilayah juga mencakup perlindungan terhadap ekosistem dari kerusakan lingkungan.
Pendekatan Polsek Tapung Hulu juga menyentuh aspek spiritual dengan mengunjungi Rumah Qur’an Armuzna. Dalam kunjungan tersebut, personel kepolisian turut menekankan pentingnya pelajaran wajib shalat sebagai fondasi utama pembentukan disiplin diri. Langkah ini dinilai strategis dalam membentuk mentalitas anak yang patuh pada aturan Tuhan sekaligus aturan hukum negara.
Kapolsek Tapung Hulu menegaskan bahwa kehadiran polisi di tengah lembaga pendidikan dan keagamaan adalah upaya membangun investasi jangka panjang bagi kondusivitas wilayah.
"Kami ingin anak-anak melihat Polri sebagai mitra, bukan sosok yang ditakuti. Dengan menggabungkan edukasi Kamtibmas, cinta lingkungan melalui Green Policing, dan penguatan moral melalui pelajaran shalat, kita sedang menyiapkan masyarakat masa depan yang sadar hukum secara sadar dan sukarela," tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Polsek Tapung Hulu berharap pola komunikasi antara aparat dan masyarakat semakin cair, sehingga potensi konflik sosial maupun pelanggaran hukum dapat ditekan sejak level terkecil, yakni keluarga dan sekolah.
Editor : Zunardi



