Bengkalis, detikriaunews.com,
Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) terus mendorong pemanfaatan teknologi informasi dalam pengembangan kewirausahaan kampus. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pengembangan dan implementasi Sistem POS Terintegrasi BEANSPOINT pada POLBEANS, unit usaha di bawah pengelolaan UPA Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Politeknik Negeri Bengkalis.
Pengabdian kepada masyarakat diketuai oleh Niky Hardinata, M.Kom yang beranggotakan Muhammad Ridho Nosa, S.T.,M.Kom dan satu orang laboran Supendi, S.Kom serta dua orang mahasiswa jurusan TI yaitu Nofia Zuriatin dan Siti Nurhafizah inilah yang mengajukan sebuah ide digitalisasi untuk operasional POLBEANS karena sebelumnya memaki pihak ketiga untuk sistem operasioanlnya.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai solusi atas kebutuhan digitalisasi operasional POLBEANS yang sebelumnya masih menggunakan proses manual atau semi-manual dalam transaksi penjualan, pengelolaan stok, pencatatan administrasi, serta penyusunan laporan penjualan dan keuangan. Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat efektivitas pelayanan dan menyulitkan proses pemantauan operasional secara cepat dan akurat.
Pada kegiatan Soft Lanching Aplikasi POS BEANSPOINT yang laksanakan pada tanggal 27 Agustus 2026 di POLBEANS, Ketua Tim Pengabdian, Niky Hardinata, M.Kom., mengatakan bahwa implementasi POS BEANSPOINT diharapkan dapat mendorong operasional POLBEANS menjadi lebih terintegrasi dan terdigitalisasi.
“Melalui sistem ini, pengelolaan transaksi penjualan, stok produk, dan pelaporan dapat dilakukan secara lebih terintegrasi, sehingga membantu mitra dalam mengelola operasional usaha secara lebih efektif, terstruktur, dan mudah dipantau,” jelasnya.
Aplikasi BEANSPOINT dikembangkan dengan pendekatan berbasis website dan mobile yang responsif sehingga dapat digunakan pada berbagai perangkat. Penerapan teknologi tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi pengelolaan operasional POLBEANS, tetapi juga mendukung proses pembelajaran kewirausahaan berbasis teknologi bagi mahasiswa.
Kepala UPA Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Polbeng, Ir, Jefri Lianda, S.ST., M.T., yang hadir pada kegiatan ini menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan pengabdian dan implementasi POS BEANSPOINT di POLBEANS.
“Kami berharap penerapan POS BEANSPOINT tidak hanya membantu POLBEANS dalam meningkatkan efektivitas operasional dan administrasi usaha, tetapi juga dapat menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung penerapan teknologi dalam pengelolaan bisnis dan kewirausahaan,” ungkapnya.
Implementasi POS BEANSPOINT juga menjadi bagian dari kontribusi Polbeng dalam memperkuat ekosistem teaching factory dan kewirausahaan berbasis teknologi di lingkungan perguruan tinggi vokasi. Pemanfaatan sistem informasi dalam kegiatan operasional diharapkan dapat menjadi contoh penerapan teknologi yang tepat guna sekaligus memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa.
Wakil Direktur III Polbeng, Ir. Marhadi Sastra, S.T., M.Sc., yang juga hadir menyampaikan bahwa digitalisasi unit usaha kampus merupakan bagian penting dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan dan pembelajaran berbasis praktik di lingkungan perguruan tinggi vokasi.
“Implementasi POS BEANSPOINT di POLBEANS menjadi salah satu bentuk nyata pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung pengelolaan usaha sekaligus memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam menerapkan teknologi digital pada dunia bisnis. Kami berharap inovasi seperti ini dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi penguatan kewirausahaan di Politeknik Negeri Bengkalis,” ujarnya.
Kegiatan ini sejalan dengan Klaster 3 Riset Unggulan Institusi Politeknik Negeri Bengkalis pada sektor Digitalisasi, khususnya dalam pengembangan sistem informasi dan layanan digital. Selain itu, kegiatan ini mendukung Klaster 5 pada sektor Kewirausahaan melalui penguatan pengelolaan unit usaha kampus berbasis teknologi informasi.
Dengan hadirnya POS BEANSPOINT, Polbeng berharap pengelolaan POLBEANS dapat berjalan lebih efektif, terintegrasi, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Lebih jauh, penerapan sistem ini diharapkan dapat memperkuat peran unit usaha kampus sebagai ruang belajar dan praktik kewirausahaan digital bagi mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis.
(EB)



