-->
  • Jelajahi

    Copyright © Detik Riau News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Polres Pelalawan Pam Aksi Unjuk Rasa PSP. NIBA - BMDP Desa Penarikan di Pt. MUP

    Selasa, 09 Desember 2025, Desember 09, 2025 WIB Last Updated 2025-12-09T04:20:51Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     


    Pelalawan, Detukriaunews.com  -  Pada hari Senin, 08 Desember 2025, telah berlangsung aksi unjuk rasa oleh PSP. NIBA - BMDP Desa Penarikan di PMKS PT. MUP Desa Penarikan, Kec. Langgam, Kab. Pelalawan. Aksi ini merupakan upaya masyarakat untuk menuntut keadilan harga beli kelapa sawit yang dirasa tidak sesuai dengan harga pasar.


    Aksi unjuk rasa ini dihadiri oleh Kabag SDM Polres Pelalawan KOMPOL HANDOKO SUJARYANTO, S.H., M.H, Kasat PolAirud AKP Mardani Tohenes, SH, MH, Kasi Humas Polres Pelalawan, Thomas B Siahaan, S.Sos,  Kapolsek Langgam IPDA JERRY P. SINAGA, Ketua BPD Desa Penarikan Sdr. ANDI RIKWAN, Manager PMKS PT. MUP Desa Penarikan Sdr. SAMSUL BAHRI, dan perwakilan masyarakat Desa Penarikan.


    Tuntutan masyarakat Desa Penarikan antara lain menaikkan harga beli kelapa sawit, mengurangi sortiran atau pulangan buah, dan membongkar buah inti PT. MUP oleh PSP. NIBA-BMDP Kecamatan Langgam. Namun, pihak perusahaan tidak dapat memenuhi tuntutan tersebut.


    Kabag SDM Polres Pelalawan KOMPOL HANDOKO SUJARYANTO, S.H., M.H, menyatakan bahwa kehadiran kepolisian adalah untuk memastikan penyampaian aspirasi berjalan dengan kondusif. "Kami siap mengawal dan mengamankan kegiatan agar situasi tetap kondusif," ujarnya.


    Kapolsek Langgam IPDA JERRY P. SINAGA menambahkan bahwa mediasi ini dilakukan sebagai upaya untuk mencari solusi yang baik bagi kedua belah pihak. "Kami berharap pihak perusahaan dapat mempertimbangkan tuntutan masyarakat," katanya.


    Masyarakat Desa Penarikan tetap bersikeras menuntut keadilan harga beli kelapa sawit. "Kami tidak akan berhenti sampai tuntutan kami dipenuhi," kata Sdr. JUMARIS, korlap aksi.


    Aksi unjuk rasa ini berakhir dengan aman dan kondusif, namun masyarakat Desa Penarikan siap melakukan aksi kembali jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.


    Editor : Zunardi 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini