Siak,detikriaunews.com - Ketua Yayasan Pondok Pesantren Nurul Ilmi Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Muhamad Rofi S.HI kerap menolak Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Dapur AKP KM 10 Perawang Kecamatan Tualang karena tidak layak konsumsi
Ironisnya, makanan yang seharusnya menunjang kesehatan dan gizi pelajar itu justru berulang kali ditemukan telur lalat, ulat hidup hingga rambut di dalam nasi, temuan itu, tidak sekali tetapi terjadi berulang kali ditemukan dalam ompreng MBG yang dikirim dari SPPG AKP Km 10 Kecamatan Tualang Ke Ponpes Nurul Ilmi Kecamatan Tualang Kabupaten Siak.
Video temuan ulat hidup tersebut viral di WAG terutama di WAG Ponpes Nurul Ilmi dan beredar di masyarakat Kota Industri. Ulat belatung hidup terdapat di buah naga, ada juga di ompreng, ada juga di rendang daging, ada juga ditelur yang nyaris dikonsumsi anak anak, ada juga di ayam dan juga ada di sayur yang dikonsumsi oleh santri dan santriwati Ponpes Nurul Ilmi tersebut.
“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Di beberapa menu makanan ditemukan ulat yang masih hidup, baik di sayuran, daging rendang, buah bahkan di nasi ditemukan rambut,” kesal Muhamad Rofi kepada awak media.
Tak hanya soal kebersihan makanan, pihak ponpes juga mengeluhkan keterlambatan distribusi makanan ke sekolah yang dinilai mengganggu aktivitas belajar santri.
“Pengantaran menu juga sering terlambat. Selain itu menu makanan yang diberikan kurang bervariasi,” tambahnya.
Puncaknya terjadi pada Kamis (28/5/2026) pihak pondok pesantren nurul ilmu Kecamatan Tualang menolak dan tidak mau menerima menu MBG yang diantarkan ke sekolah tersebut.
Mobil Box L-300 yang setiap harinya mengantarkan menu MBG ke Ponpes Nurul Ilmi tidak diperkenankan masuk ke sekolah tersebut oleh pihak sekolah dengan pertimbangan kerap terjadinya keterlambatan dan ditemukannya belatung di makanan.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius terkait pengawasan dan kontrol kualitas program MBG di Kabupaten Siak.
Pasalnya, program yang digadang-gadang untuk meningkatkan gizi pelajar itu justru dikeluhkan pelajar dan pihak sekolah penerima manfaat.
Muhamad Rofi berharap Korwil BGN Siak segera turun tangan dan melakukan evaluasi terhadap penyedia MBG agar kejadian serupa tidak terus terulang.
“Kami berharap Korwil BGN Siak dapat menindaklanjuti persoalan ini agar kesehatan pelajar di Ponpes Nurul Ilmi tetap terjaga,” tegasnya.
Sementara itu, Ka SPPG AKP KM 10 Kecamatan Tualang belum bisa dihubungi terkait persoalan ini.
Sedangkan Korwil BGN Kabupaten Siak Lisa Wahari, Sabtu (30/5/2026) mengaku akan kordinasi dengan Ka SPPG AKP KM 10 terkait temuan itu.
"Sebentar bang saya crosscheck ke dapur dulu," pungkasnya.(HUT)



