-->
  • Jelajahi

    Copyright © Detik Riau News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Pendapatan Pemko Pekanbaru Surplus Rp200 Miliar

    Sabtu, 21 Februari 2026, Februari 21, 2026 WIB Last Updated 2026-02-20T22:37:19Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     

    Gaji pegawai sudah dibayarkan, TPP juga terpenuhi. Ini karena mereka bekerja dengan sungguh-sungguh. (Agung Nugroho)



    PEKANBARU,Detikriaunews.com,- 

    Setelah hampir dua dekade sebelumnya APBD Pekanbaru berada dalam kondisi defisit, namun pada 2025, terjadi surplus pendapatan yang diraih, bahkan mendekati Rp200 miliar.

    Hal ini diungkapkan Wali Kota (Wako) Pekanbaru H Agung Nugroho SE MM saat bersilaturahmi bersama para ketua RT dan RW dari tujuh kecamatan di rumah dinas wali kota, Ahad (15/2).

    Mengawali pertemuan tersebut, Wako menyebutkan, bahwa Pekanbaru terus menunjukkan perkembangan sebagai kota yang semakin maju dan strategis. Sebagai ibukota Provinsi Riau, kota ini dinilai menjadi representasi wajah pembangunan daerah.

    Menurut Wako, Pekanbaru bukan hanya milik warga Kota Pekanbaru, tetapi juga kebanggaan seluruh masyarakat Riau. ”Pekanbaru adalah wajah Provinsi Riau. Karena itu, kota ini tidak boleh dikelola secara sembarangan dan harus terus ditata dengan baik,” ujar Wako.

    Wako menyebut, salah satu pencapaian penting pemerintah kota adalah keberhasilan mencatat surplus pendapatan daerah pada tahun lalu. Capaian tersebut menjadi momen bersejarah setelah hampir dua dekade sebelumnya APBD Pekanbaru berada dalam kondisi defisit. Surplus yang diraih bahkan mendekati Rp200 miliar.


    Dampak positif dari peningkatan pendapatan itu dirasakan langsung oleh aparatur Pemko Pekanbaru. Jika sebelumnya Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) hanya dibayarkan selama delapan hingga sepuluh bulan dalam setahun, kini seluruh pegawai menerima TPP secara penuh selama 14 bulan.

    ”Gaji pegawai sudah dibayarkan, TPP juga terpenuhi. Ini karena mereka bekerja dengan sungguh-sungguh,” terang Wako.

    Ia menegaskan, perubahan etos kerja menjadi kunci capaian tersebut. Mulai dari sekretaris daerah hingga pegawai di level bawah, seluruh jajaran disebut bekerja lebih disiplin dan solid, bahkan tak jarang menggelar rapat hingga larut malam maupun di hari libur demi memastikan pelayanan publik dan pembangunan berjalan maksimal.

    Selain ASN, peningkatan kesejahteraan juga dirasakan pegawai non-ASN, termasuk PPPK dan PPPK paruh waktu. Agung menyebut, hampir 80 persen gaji pegawai tahun ini mengalami kenaikan. Jika sebelumnya masih ada pegawai dengan penghasilan sekitar Rp1,4 juta per bulan, kini tidak ada lagi pegawai yang menerima gaji di bawah Rp2 juta.


    ”Kerja mereka luar biasa dan sudah sepantasnya mendapatkan peningkatan kesejahteraan,” tutupnya.(sb)





    Laporan JOKO SUSILO

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini