-->
  • Jelajahi

    Copyright © Detik Riau News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Polisi Bersama Masyarakat: Sama-Sama Sejajar Jaga Keamanan & Masa Depan Anak Kampar

    Jumat, 16 Oktober 2026, Oktober 16, 2026 WIB Last Updated 2026-10-16T08:24:15Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    KAMPAR —detikriaunews.com,

    Kehadiran kepolisian bukan sekadar saat ada masalah, tetapi saat beribadah, saat berkumpul, saat berbagi kebaikan. Wakapolres Kampar Kompol Rizki Hidayat,  mewakili Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang, melaksanakan kegiatan Jumat Keliling di Masjid Al-Ikhlas, Jalan Prof. M. Yamin, S.H., Bangkinang Kota, pada Jumat (16/10/2026). Bersama para Pejabat Utama dan personel Polres Kampar, petugas hadir tidak sebagai aparat, melainkan jamaah yang ikut bersujud dan berbagi pesan kebaikan — wujud nyata "Polisi Bersama Masyarakat".

     

    Sebelum pelaksanaan Sholat Jumat, Wakapolres Kampar menyampaikan himbauan kamtibmas yang hangat namun menyentuh hati para jamaah.

     

    "Kehadiran kami di sini adalah wujud bahwa polisi adalah bagian dari masyarakat, berasal dari masyarakat, dan kelak akan kembali menjadi masyarakat. Kami berdiri di sini bukan di depan, bukan di belakang — melainkan sejajar, di samping Bapak dan Ibu sekalian. Kita bersama," ujar Wakapolres Kampar Kompol Rizki Hidayat,

     

    Tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan masa kini: perundungan atau bullying di kalangan anak-anak. Wakapolres Kampar mengajak jamaah memperhatikan dua faktor utama yang memicu maraknya kasus tersebut:

     

    Pertama, kemudahan akses gawai dan media sosial tanpa pendampingan orang tua. Anak-anak terlalu bebas berinteraksi di dunia maya tanpa bekal pemahaman yang cukup.

     

    Kedua, menurunnya kepedulian lingkungan sekitar. Dulu anak-anak bermain di rumah, setelah maghrib mengaji hingga isya. Kini, anak-anak lebih banyak berada di luar rumah dan lingkungan sekitar cenderung membiarkannya tanpa bertanya atau mengingatkan. Awalnya hanya saling mengejek, dibiarkan, lalu tumbuh menjadi kebiasaan buruk, bahkan berujung kekerasan yang menyedihkan.

     

    "Bullying bukan hal biasa yang harus dibiarkan begitu saja. Apa yang terlihat sederhana bisa berubah menjadi luka mendalam, bahkan kehilangan nyawa. Jangan sampai anak-anak kita menjadi pelaku maupun korban, apalagi berhadapan dengan hukum — masa depan mereka terlalu berharga untuk dipertaruhkan karena kelalaian kita bersama," tegasnya.

     

    Wakapolres Kampar juga mengaitkan pesan ini dengan nilai-nilai keagamaan: dalam Surat Al-Hujurat ayat 11, Allah SWT melarang kita saling mengejek dan merendahkan sesama manusia. Hidup ini tentang memberi kasih sayang kepada semua makhluk Tuhan.

     

    "Polres Kampar dengan 696 personel dan 21 Polsek di seluruh kecamatan akan terus melakukan upaya pencegahan. Tapi polisi tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh Bapak dan Ibu di rumah — awasi anak-anak, kenali teman mereka, batasi gawai, dan jangan ragu menegur anak tetangga yang terlihat salah. Karena anak yang baik adalah tanggung jawab kita semua," ajaknya.

     

    Kegiatan berakhir dengan pelaksanaan Sholat Jumat secara berjamaah. Semangat kebersamaan terasa nyata: saat lingkungan peduli, saat orang tua hadir, saat polisi dan masyarakat berjalan berdampingan — keamanan terjaga, kebaikan tumbuh, dan masa depan anak-anak lebih terjamin.(SB) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini