-->
  • Jelajahi

    Copyright © Detik Riau News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Keterbatasan Air & Medan Terjal Bukan Halangan — 98 Personel Padamkan Kebakaran 10 Hektar di Kampar Kiri

    Kamis, 17 September 2026, September 17, 2026 WIB Last Updated 2026-09-17T12:03:08Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     Tempuh 5 Jam Menembus Medan Terjal Berbatu Cadas, Kapolres Kampar Pimpin Langsung Padamkan 7 Titik Api di Sungai Sarik–Balung




    KAMPAR –Detikriaunewscom  Jauh, terjal, berbatu, minim air, tanpa sinyal — tak satu pun hal itu menyurutkan tekad untuk menyelamatkan bumi. Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang, memimpin langsung tim gabungan menembus perjalanan berat sejauh ± 50 kilometer yang memakan waktu 5 jam untuk menjangkau titik-titik kebakaran yang tersebar di perbatasan Desa Sungai Sarik, Kecamatan Kampar Kiri dan Desa Balung, Kecamatan XIII Koto Kampar, pada Kamis (17/9/2026). Operasi dimulai sejak pukul 07.00 WIB dan berlangsung terus-menerus hingga laporan ini disampaikan.

     

    Tidak kurang dari 7 titik api ditemukan berkobar di kawasan perbukitan terpencil tersebut, membakar lahan seluas ± 10 hektar. Ketujuh titik tersebar di dua wilayah kecamatan yang berbatasan, dengan koordinat yang tersebar di area yang sulit dijangkau. Identitas pemilik lahan saat ini masih dalam tahap penyelidikan.

     

    Perjuangan di lapangan terasa sejak langkah pertama menuju lokasi. Medan berupa perbukitan terjal berbatu cadas membuat pergerakan menjadi sangat berat. Sumber air berada sangat jauh dan jumlahnya terbatas. Jaringan komunikasi sama sekali tidak tersedia, sehingga koordinasi antar-tim harus dilakukan secara langsung dari satu titik ke titik lainnya — menambah kesulitan sekaligus memperpanjang waktu kerja.

     

    Namun keterbatasan bukan alasan untuk berhenti. Sebanyak 98 personel bergerak menyatu di bawah komando langsung Kapolres Kampar: 53 personel Polres Kampar & Polsek Kampar Kiri, 28 personel Brimobda Polda Riau, 2 personel TNI, 10 personel Manggala Agni, serta 5 personel RPK PT. Ciliandra.

     

    Berbekal peralatan yang diangkut dan dioperasikan dengan susah payah di medan berat — 9 unit kendaraan roda empat, 13 unit roda dua, puluhan gulung selang, 10 unit nozzle, 6 unit Mini Streker, 2 unit mesin Robin, hingga 50 jerigen cairan pemadam api X-fire — tim bekerja bergantian, mengangkut air dari kejauhan, menyiram setiap jengkal tanah yang terbakar, dan membatasi perambahan api.

     

    "Hari ini kami membuktikan bahwa tidak ada medan yang terlalu jauh, tidak ada bukit yang terlalu tinggi, dan tidak ada keterbatasan yang boleh mengalahkan niat kami untuk menjaga alam. Perjalanan 5 jam ini adalah bukti nyata: kami datang bukan sekadar memadamkan api, tetapi menunjukkan bahwa setiap jengkal tanah di Kabupaten Kampar adalah tanggung jawab kami," tegas Kapolres Kampar.

     

    "Api mungkin menyusup ke tempat yang sulit dijangkau, tetapi tekad kami untuk menjangkaunya jauh lebih besar. Kami tidak akan pulang sebelum lahan benar-benar dingin dan aman," tambahnya.

     

    Hingga laporan disampaikan, ketujuh titik api telah berhasil dipadamkan. Meski demikian, sisa-sisa asap masih terlihat keluar, menandakan bara belum sepenuhnya hilang dari kedalaman tanah. Tim tetap bertahan di lokasi, terus melakukan pendinginan secara bertahap dengan memanfaatkan setiap sumber air yang tersedia, serta melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran dan pihak yang bertanggung jawab.

     

    Kondisi di lapangan tetap dipantau secara ketat. Personel akan terus melakukan penyiraman hingga dipastikan tidak ada lagi potensi api menyala kembali. Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, dan segera melaporkan jika melihat asap atau titik api ke nomor layanan 110 atau ke pos keamanan terdekat — agar perjuangan berat ini tidak sia-sia. Editor Wawan

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini