-->
  • Jelajahi

    Copyright © Detik Riau News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Sinergi Polres Siak Sukseskan Program Ketahanan Pangan : 28 Hektare Lahan Panen Raya, Puluhan Ton Jagung dihasilkan

    Kamis, 25 Juni 2026, Juni 25, 2026 WIB Last Updated 2026-06-25T03:19:19Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     


    **SIAK, Riau** —Detikriaunewscom  Kepolisian Resor (Polres) Siak terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Melalui kerja sama erat lintas sektor, jajaran Polres Siak bersama segenap elemen masyarakat berhasil mengoptimalkan lahan tidur menjadi lahan produktif yang kini telah menghasilkan puluhan ton komoditas pangan, khususnya jagung.


    Kapolres Siak, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, SH, SIK, MH, menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari kuatnya kolaborasi di lapangan.


    "Dukungan ketahanan pangan ini lahir dari kerja keras, kerja sama, dan kolaborasi semua pihak—mulai dari personel Kepolisian di tingkat Polsek, para kelompok tani, penyuluh pertanian, hingga pihak Bulog dan masyarakat luas," ujar AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar dalam keterangan resminya.


    Berdasarkan data kumulatif per hari ini sejak tanggal 1 Januari 2026, total area lahan binaan Polres Siak yang telah berhasil dipanen mencapai 28,64 Hektare (Ha). Dari luasan tersebut, tercatat tonase hasil panen sementara mencapai 22,468 Ton, di luar beberapa wilayah yang saat ini masih dalam proses penghitungan akhir.


    Sembilan Kepolisian Sektor (Polsek) di wilayah hukum Polres Siak berkontribusi langsung dalam capaian tersebut dengan rincian sebagai berikut:

    1. Polsek Kandis (Kontributor Terbesar: 17 Ha)

    Polsek Kandis menjadi penyumbang terbesar program ketahanan pangan dengan menggerakkan lima lokasi strategis:

    • Kampung Belutu (Pencing Jaya) : Lahan seluas 2 Ha dipanen pada 8 Januari 2026, menghasilkan 640 kg jagung yang berhasil diserap Bulog.

    • Kampung Libo Jaya : Lahan seluas 10 Ha dipanen pada 12 Januari 2026 dengan hasil melimpah mencapai 10 Ton. Sebanyak 2.090 kg diserap oleh Bulog Pekanbaru, sementara 8.290 kg sisanya dijual langsung ke masyarakat karena tidak memenuhi standar Bulog akibat kadar air yang cukup tinggi dan kandungan aflatoksin.

    • Kelurahan Simpang Belutu (Jalan Pelajar) : Lahan seluas 1 Ha dipanen pada 20 Januari 2026 dengan hasil 800 kg (250 kg diserap Bulog, 550 kg dijual ke warga lokal).

    • Kelurahan Telaga Samsam (Jl. Sudirman) : Lahan seluas 1 Ha dipanen pada 10 Februari 2026 menghasilkan 2 Ton. Seluruh hasil panen dibeli langsung oleh peternak ayam dengan harga yang lebih kompetitif.

    • Desa Jambai Makmur (Jl. Lestari) : Lahan seluas 3 Ha dipanen pada 19 Februari 2026 menghasilkan 4,089 Ton jagung berkualitas tinggi yang seluruhnya berhasil diserap oleh Bulog.


    2. Polsek Siak (1 Ha)

    Mengoptimalkan lahan di Balai Penyuluhan, Kampung Benteng Hilir, Kecamatan Mempura. Panen perdana seluas 1 Ha dilakukan pada 8 Januari 2026 dengan hasil 1 Ton jagung. Meski sempat diantar ke Bulog, hasil panen dialihkan untuk dijual ke masyarakat desa sekitar akibat kendala standar kualitas.


    3. Polsek Kerinci Kanan (1,79 Ha)

    Menyebarkan titik tanam di empat lokasi guna memperluas jangkauan manfaat:

    • Kampung Kumbara Utama (1 Ha) : Panen pada 8 Januari 2026 menghasilkan 645 kg yang kemudian dijual untuk kebutuhan peternak ayam kampung setempat.

    • Kampung Gabung Makmur (0,25 Ha) : Panen pada 12 Januari 2026, menghasilkan 219 kg yang seluruhnya diserap oleh Bulog Pekanbaru.

    • Kampung Buatan Baru (0,04 Ha) : Panen pada 19 Januari 2026, menghasilkan 179,1 kg yang sukses diserap Bulog Pekanbaru.

    • Kampung Bukit Agung (0,5 Ha) : Panen pada 28 Januari 2026, menghasilkan 68,9 kg yang terserap ke Bulog Pekanbaru.


    4. Polsek Sungai Apit (2 Ha)

    Lahan di Jalan Datuk Sila Pahlawan, Kampung Sungai Rawa dipanen pada 28 Januari 2026. Sebanyak 0,5 Ton jagung yang dihasilkan langsung dijual untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pangan masyarakat kampung setempat.


    5. Polsek Koto Gasib (2,5 Ha)

    Mengelola empat titik lahan pertanian:

     • Kampung Pangkalan Pisang (Dusun Suak Tandun) : Lahan 1 Ha dipanen pada 19 Januari 2026, menghasilkan 1.473 kg jagung yang terjual ke Bulog.

     • Kampung Sengkemang (Dusun Lingkar Padi) : Lahan 0,3 Ha dipanen pada 14 April 2026, menghasilkan 482 kg jagung berkualitas yang diserap Bulog.

    • Kampung Pangkalan Pisang (Lokasi Kedua) : Lahan 1 Ha dipanen pada 16 April 2026, memproduksi 1.609 kg yang juga diserap oleh Bulog.

    • Kampung Empang Pandan : Lahan seluas 0,2 Ha dipanen pada 5 Mei 2026 dan saat ini sedang dalam proses penghitungan hasil akhir.


    6. Polsek Tualang (1 Ha)

    Memanfaatkan lahan PT. AIP di Kampung Tualang Timur. Panen pada 13 Februari 2026 menghasilkan 3 Ton jagung. Karena kandungan aflatoksin yang tinggi berdasarkan uji sampel Bulog, hasil panen dialihkan untuk pemanfaatan lokal non-pangan.


    7. Polsek Lubuk Dalam (1,85 Ha)

    • Kelompok Tani Mina Sejahtera (Kp. Empang Baru) : Lahan 1 Ha dipanen 11 Maret 2026, menyumbang 634 kg jagung ke Bulog.

    • Kampung Rawang Kao :Lahan 0,85 Ha dipanen pada 16 Mei 2026 dengan hasil 1.050 kg yang seluruhnya berhasil diserap Bulog.


    8. Polsek Bunga Raya (0,5 Ha)

    Lahan di Kampung Dosan, Kecamatan Pusako dipanen pada 20 April 2026, menghasilkan 850 kg jagung yang saat ini telah diserap penuh oleh Bulog setelah melalui fase pengeringan intensif.


    9. Polsek Minas (1 Ha)

    Lahan di Dusun Cinta Damai, Kampung Rantau Bertuah telah dipanen pada 3 Juni 2026 lalu dan saat ini hasil produksinya sedang dalam proses pendataan akhir.


    Salah satu indikator keberhasilan program ketahanan pangan ini adalah kelayakan hasil panen untuk diserap oleh pasar pemerintah. Hingga saat ini, total Serapan Jagung Bulog dari gerakan ketahanan pangan Polres Siak mencapai 13,634 Ton.


    Meskipun sebagian besar hasil panen berhasil diserap oleh Bulog, di lapangan para personel polisi dan kelompok tani menghadapi tantangan klasik pertanian, seperti tingginya kadar air dan ancaman jamur aflatoksin pada jagung akibat faktor cuaca.


    Namun, kendala ini justru memicu solusi kreatif. Hasil panen yang tidak memenuhi spesifikasi ketat Bulog didistribusikan secara mandiri ke sektor peternakan untuk pakan ternak ayam (seperti di wilayah Kandis dan Kerinci Kanan), serta dijual langsung ke masyarakat desa dengan harga terjangkau. Langkah ini terbukti efektif menjaga agar tidak ada hasil jerih payah petani yang terbuang sia-sia (*zero waste*), sekaligus membantu perekonomian mikro di tingkat tapak.


    Polres Siak berkomitmen untuk terus mendampingi para petani dalam memperbaiki teknik pasca-panen, termasuk proses pengeringan guna meningkatkan kualitas jagung pada musim tanam berikutnya, demi terwujudnya Kabupaten Siak yang mandiri dan berdaulat pangan.Editor Wawan

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini