-->
  • Jelajahi

    Copyright © Detik Riau News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Harga Paket Umrah Bakal Naik hingga 6 (ENAM) Juta Per Orang

    Selasa, 12 Mei 2026, Mei 12, 2026 WIB Last Updated 2026-05-12T14:03:35Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    *PEKANBARU*– detikriaunews.com,

    Di saat sebagian besar perusahaan travel umrah dan haji di Provinsi Riau telah merilis harga untuk musim umrah 1448 hijriyah, kabar kurang sedap datang. Pihak maskapai yang sebelumnya sudah merilis harga tiket, tiba-tiba mengeluarkan kebijakan menaikkan harga tiket pesawat dengan nominal yang fantastis mencapai 5-6 juta rupiah. Alasannya karena terjadi konflik geopolitik di timur Tengah yang menyebabkan terjadinya lonjakan harga minyak termasuk avtur yang menjadi bahan bakar pesawat.


     Kondisi ini diperparah lagi dengan terjadinya penurunan nilai tukar rupiah dalam negeri terhadap dolar Amerika Serikat yang sudah hampir menyentuh Rp17.500 per dolar AS. Sehingga, ini juga berdampak naiknya harga akomodasi seperti hotel, bus dan biaya operasional lainnya di tanah suci yang berkaitan langsung dengan harga paket umrah.


    Akibat dari naiknya harga tiket dan terpuruknya nilai tukar rupiah, maka harga paket umrah khususnya di Riau, akan mengalami kenaikan 5-6 juta rupiah per paket dari harga sebelumnya yang sudah dirilis.


     Kondisi inilah yang disikapi serius para pemilik usaha travel (travel omner) di Riau dengan melakukan inisiatif berkumpul untuk menyatukan langkah dan sikap, Senin (11/5) di  Pekanbaru. Lebih dari 30 pemilik travel yang hadir pertemuan tersebut, salah satunya owner Riau Wisata Hati HM Dawood selaku wholesaler tiket Batik Air.


     Terlihat jelas bahwa para pemilik travel keberatan dengan kenaikan harga tiket yang dirilis pihak maskapai,  karena jelas sangat memberatkan jamaah. Mereka dengan tegas mendesak pihak maskapai agar mengoreksi harga tiket yang sudah dirilis.


     “Kita paham bahwa saat ini terjadi gejolak geopolitik di Timur Tengah dan ini berdampak pada kenaikan bahan bakar, namun dengan kenaikan harga tiket yang dirilis maskapai, jelas-jelas sangat memberatkan kita , apalagi calon jamaah. Untuk itu, kita mendesak pihak maskapai meninjau ulang kebijakan ini,” jelas salah seorang travel owner dalam pertemuan itu yang diaminkan oleh para travel owner lainnya.


     Bahkan, ada yang sampai berdiri menyampaikan reaksinya menolak kebijakan kenaikan harga yang diputuskan pihak maskapai. “Kita tidak saja menghadapi kenaikan harga tiket pesawat yang fantastis, tapi juga terpuruknya nilai tukar rupiah yang akan berdampak pada biaya akomodasi lainnya seperti hotel, bus dan konsumsi jamaah di tanah suci,” timpal salah seorang travel owner lainnya.


    Menyikapi hal ini, Muhammad Dawood selaku wholesaler tiket Batik Air menyatakan dirinya memaklumi keresahan travel owner di Riau dan mengatakan akan coba menyampaikan aspirasi para travel owner ini ke pihak maskapai. “Saya akan coba komunikasikan aspirasi kawan-kawan ke pihak maskapai, apa pun hasilnya nanti akan saya infokan kepada Kawan-kawan,” jelasnya.


    Meski terus mendesak pihak maskapai melakukan koreksi harga terbaru yang telah mereka rilis, namun dalam pertemuan itu juga terungkap bahwa calon jamaah pun diharapkan memaklumi kondisi ini. Sebab, dengan kondisi geopolitik yang masih belum stabil, maka kenaikan harga paket umrah tidak bisa dihindari. Bahkan, jika melihat fenomena harga tiket pesawat dan penurunan nilai tukar rupiah, maka kenaikan harga paket umrah 5-6 juta per paket sudah tak terelakkan.


    Travel owner sepakat dalam pertemuan itu, meski terjadi gejolak harga paket umrah, namun mereka tetap berkomitmen untuk memberikan yang terbaik untuk jamaah. “Tugas kita masing-masing travel menjelaskan kondisi saat ini apa adanya kepada jamaah dan mengimbau jamaah untuk tetap tenang dan memahami kondisi yang terjadi. Sebab semua ini terjadi di luar kuasa kita,” ajak salah seorang travel owner.


     Dalam kondisi sulit ini, jamaah yang sudah mendaftar dan sudah menentukan jadwal keberangkatan, tentu akan terdampak langsung oleh kebijakan kenaikan harga ini. Di sisi lain mereka akan dihadapkan pada beberapa persoalan. Salah satunya, jika menunda keberangkatan dengan harapan akan ada penurunan harga, tentu tidak ada jaminan ke depan akan terjadi penurunan harga , sehingga beberapa travel owner tersebut sepakat tetap akan memberangkatkan jemaah sesuai jadwal.


    Dari informasi sejumlah travel owner yang sudah menghubungi calon jamaahnya menyikapi kenaikan harga ini, umumnya calon jamaah memahami adanya koreksi harga ini. Bahkan, sebagian besar dari mereka memilih tetap berangkat dengan konsekuensi penambahan biaya karena khawatir menunda keberangkatan namun harga tetap tidak turun juga.*(wwn)*

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini