Siak —Detikrisunewscom Aksi penyetopan Jalan Lintas Minas–Perawang jilid II yang digelar masyarakat pada Senin (13/4) berlangsung tertib dan aman di bawah pengawalan ketat aparat gabungan TNI-Polri.
Sejak pukul 06.00 WIB, personel dari Polsek Minas dan Koramil 03/Minas telah bersiaga di dua titik utama aksi, yakni di Simpang Perawang, Kelurahan Minas Jaya dengan jumlah massa sekitar 100 orang, serta di Jalan Lintas Minas–Perawang Km 3, Kampung Minas Timur yang diikuti sekitar 50 orang.
Aksi yang dikoordinir oleh Joy Tarigan ini merupakan bentuk tuntutan masyarakat terhadap perbaikan jalan sepanjang kurang lebih 3,8 kilometer yang dinilai belum terealisasi secara optimal.
Untuk memastikan situasi tetap kondusif, pengamanan juga diperkuat oleh back up personel dari Polres Siak yang dipimpin Kabag Ops Kompol Ermanto, SH, MH bersama Kasat Samapta AKP Yeri Efendi. Kehadiran personel tambahan ini semakin memperkuat pengamanan di lapangan.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kapolsek Minas Kompol Syahrizal, SE, SH, MSi, MH, Camat Minas Norfa Oktalita, SE, serta Danramil 03/Minas Kapten Arh Aguswanto. Turut hadir pula anggota Polsek dan Koramil, juru bicara aksi Rudi Tarihoran dan Hotman Simanjuntak, serta tokoh masyarakat dan warga setempat.
Dalam pelaksanaannya, massa melakukan penutupan jalan sejak pagi hari. Sekitar pukul 08.00 WIB, aksi dilanjutkan dengan pemasangan tenda di badan jalan. Bahkan di salah satu titik, masyarakat menanam pohon pisang di tengah jalan sebagai simbol protes terhadap kondisi jalan yang rusak.
Di tengah dinamika aksi, Kapolsek Minas Kompol Syahrizal menunjukkan pendekatan humanis dengan turun langsung ke tengah massa. Ia bersama personel tampak membagikan kue kepada peserta aksi sebagai upaya membangun komunikasi persuasif dan menjaga situasi tetap kondusif.
“Kami hadir untuk memastikan kegiatan masyarakat berjalan aman dan tertib. Pendekatan humanis kami kedepankan agar aspirasi dapat disampaikan tanpa mengganggu keamanan dan ketertiban,” ujar Kompol Syahrizal di lokasi.
Ia juga menegaskan bahwa pihak kepolisian terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, guna mencari solusi terbaik atas tuntutan masyarakat.
Hingga saat ini, massa aksi masih bertahan sambil menunggu keputusan dari pemerintah kabupaten maupun provinsi terkait realisasi perbaikan jalan yang sebelumnya telah dijanjikan pada aksi jilid pertama.
Secara keseluruhan, situasi di lokasi dilaporkan tetap aman dan terkendali berkat sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat.
Aksi ini menjadi pengingat penting akan pentingnya respons cepat pemerintah terhadap kebutuhan infrastruktur, sekaligus mencerminkan peran aktif aparat dalam menjaga stabilitas di tengah dinamika sosial masyarakat. Editor Wawan



