-->
  • Jelajahi

    Copyright © Detik Riau News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Kapolda Riau-Pangdam Tuanku Tambusai Pimpin Apel Pasukan Operasi Ketupat

    Jumat, 13 Maret 2026, Maret 13, 2026 WIB Last Updated 2026-03-13T04:33:35Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini





    Pekanbaru -detikriaunewscom  Polda Riau menggelar Apel Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026 dalam rangka pengamanan Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 Masehi resmi dimulai. Apel pasukan dipimpin oleh Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo.


    Apel pasukan digelar di kantor Gubernur Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru, Kamis (12/3/2026). Apel pasukan dihadiri oleh Sekda Provinsi Riau Syahrial Abdi, Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Agustatius Sitepu, Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris, Ketua Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau Sutikno, serta jajaran Forkopimda.


    Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakapolda Riau Brigjen Hengki Haryadi dan pejabat utama (PJU) Polda Riau, ratusan personel Polda Riau, anggota Satpol PP, Dishub, BPBD Provinsi Riau, Damkar, hingga tokoh adat dan masyarakat setempat.


    Kapolda Riau menyampaikan apel pasukan ini merupakan bentuk kesiapan personel, maupun sarana dan prasarana sekaligus wujud komitmen dan sinergitas lintas sektoral dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026. Tujuannya, untuk mewujudkan mudik Lebaran yang aman, nyaman, tertib, dan lancar.


    Dalam sambutannya, Kapolda membacakan kembali amanat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Salah satunya mengenai situasi geopolitik global yang tengah berkembang saat ini. Konflik antara Israel dan Palestina hingga AS-Israel dan Iran berimplikasi terhadap gejolak harga minyak dunia yang berdampak terhadap stabilitas ekonomi global.


    "Apabila situasi ini tidak membaik, maka akan berpotensi melemahkan nilai tukar rupiah, memicu kenaikan harga berbagai komoditas yang dapat menurunkan daya beli masyarakat, meningkatnya inflasi, dan pengetatan kebijakan fiskal yang berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi nasional," kata Irjen Herry Heryawan, Kamis (12/3/2026).


    Menyikapi dinamika tersebut, pemerintah terus melakukan berbagai langkah diplomasi dengan mengedepankan politik luar negeri bebas aktif dan prinsip non-blok guna memitigasi dampak eskalasi global sekaligus mendorong terciptanya perdamaian dunia.


    Dalam amanatnya, Kapolda menjelaskan bahwa perayaan Idulfitri merupakan agenda nasional yang berpotensi memicu perputaran uang besar dan dampak ekonomi positif bagi daerah. Namun, ia mengingatkan bahwa hal tersebut sangat bergantung pada kelancaran serta keamanan seluruh rangkaian perayaan yang akan berlangsung.


    "Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, potensi pergerakan masyarakat pada lebaran tahun 2026 mencapai 143,9 juta orang, atau turun sebesar 1,75% yaitu 2,5 juta orang dibanding tahun 2025 yang mencapai 146,4 juta orang. Meskipun demikian, kita tetap perlu mengantisipasi apabila terjadi peningkatan dalam realisasi pergerakannya," jelasnya.


    "Terlebih lagi, terdapat stimulus kebijakan pemerintah yang memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat untuk melaksanakan mudik, antara lain diskon tarif tol dan tiket untuk transportasi umum, hingga kebijakan work from anywhere," sambungnya.


    Untuk mendukung Operasi Ketupat, pemerintah telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang pengaturan lalu lintas jalan serta penyeberangan selama masa arus mudik dan arus balik angkutan lebaran 2026/1447 Hijriah. SKB tersebut mengatur tentang pembatasan operasional angkutan barang, penerapan sistem one way, contra flow, dan ganjil genap, penundaan proyek konstruksi, pengaturan penyeberangan laut, serta pengalihfungsian sementara penimbangan kendaraan sebagai tempat istirahat bagi pengguna jalan.


    "Untuk itu, saya berharap agar seluruh personel memedomani dan mensosialisasikan pelaksanaan SKB ini sehingga dapat dipahami dan dilaksanakan dengan baik. Selanjutnya, guna menjaga kelancaran jalur penyeberangan, akan diterapkan delaying system, buffer zone, dan sistem first come first serve," tutupnya.Editof Wawan



    *Melindungi Tuah, Menjaga Marwah*



    Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, S.H., M.Si.

    Kabid Humas Polda Riau


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini